MODULE 4 Lesson 2 PREMIUM

4.2 Mechanical, Performance, dan Sync Licensing

15 menit
Video pembelajaran — coming soon
4/6
Modul Saat Ini
2
Pelajaran
15 menit
Estimasi Waktu
🔒

Konten Premium

Daftar email gratis untuk akses penuh semua pelajaran

✓ Akses semua 22 pelajaran ✓ Download materi PDF ✓ Sertifikat selesai
🔒 Pelajaran ini membutuhkan akses member. Daftar gratis untuk akses penuh.

4.2 Mechanical, Performance, dan Sync Licensing

Kursus Industri Musik 101. Pelajaran 4.2 — tiga jenis license utama yang mengatur penggunaan musik secara komersial.

Mechanical License

Mechanical license adalah permission untuk mereproduksi dan mendistribusikan lagu secara mekanis — istilah ini berasal dari era piano rolls dan mechanical player pianos, sekarang mencakup CD, vinyl, download, dan streaming. Di Indonesia dan globally, mechanical licenses biasanya di-administer melalui publisher atau mechanical clearinghouse. mechanical royalty rate untuk streaming dan downloads diatur oleh masing-masing platform melalui blanket licenses dengan publisher associations. Untuk penggunaan mechanical di film atau media visual, mechanical license terpisah dari sync license. Composer dan songwriter mendapat mechanical royalties setiap kali lagunya direproduksi — ini adalah salah satu revenue stream utama dari publishing.

Performance License

Performance license adalah permission untuk publicly perform lagu — di radio, TV, restoran, konser, atau streaming yang interactive. Di Indonesia, performance rights diurus oleh SESCAP. Setiap venue atau broadcaster yang mau memutar musik secara public harus punya license dari SESCAP. Royalty performance dibayar berdasarkan frekuensi dan durasi penggunaan lagu. PRO melakukan survey untuk menentukan berapa banyak lagu yang dimainkan oleh licensees dan menghitung royalti yang harus dibayar ke rights holders. Di beberapa negara, ada direct licensing untuk digital performance (khususnya di AS di bawah Section 115 of US Copyright Act), tapi di Indonesia dan banyak pasar lain, SESCAP tetap menjadi intermediary utama.

Sync License

Sync license (synchronization license) adalah permission untuk usar lagu secara sinkron dengan media visual — film, TV show, iklan, video game, YouTube video, dan media visual lainnya. Sync licensing adalah salah satu revenue stream paling profitable dalam musik karena fee-nya jauh lebih tinggi dari streaming royalties. sync deals bisa ranging dari beberapa ratus dolar untuk indie usage sampai jutaan untuk major film placement. Sync license memerlukan persetujuan dari BOTH composition rights holder (publisher) dan sound recording rights holder (label atau artist). Proses negosiasi: sync agent atau music supervisor mencari lagu yang fit dengan brief, negotiate dengan publisher dan label separately, contract ditandatangani, fee dibayarkan. Di Indonesia, sync licensing market sedang berkembang seiring dengan pertumbuhan industri film dan advertising domestic.

Key Takeaways

  • Mechanical license mengatur reproduksi lagu (CD, streaming, download), performance license mengatur public performance (radio, TV, venue), dan sync license mengatur penggunaan lagu sinkron dengan media visual (film, iklan, game).
  • Sync licensing adalah revenue stream paling profitable — fee ranging dari ratusan sampai jutaan dolar tergantung media dan skala penggunaan.
  • Sync license memerlukan approval dari composition rights holder (publisher) DAN sound recording rights holder (label/artist) secara terpisah.

Quiz Cepat

Mengapa sync license memerlukan persetujuan dari dua pihak yang berbeda?

A) Karena itu aturan yang ditetapkan oleh platform streaming
B) Karena sync license memerlukan persetujuan dari composition rights holder (publisher, untuk lagu sebagai karya) dan sound recording rights holder (label/artist, untuk spesifik recording tersebut)
C) Karena sync license lebih rumit dari license lainnya
D)none of the above

Jawaban: B — sync license memerlukan approval dari composition rights holder (publisher untuk lagu sebagai karya) dan sound recording rights holder (label/artist untuk recording spesifik) karena kedua hak cipta itu terpisah dan masing-masing harus memberikan izin untuk penggunaan visual.

← Kembali ke Kursus

📌 Key Takeaways